3 Benda Bersejarah Indonesia yang Selamat dari Perdagangan Ilegal Barang Antik

3 Benda Bersejarah Indonesia yang Selamat dari Perdagangan Ilegal Barang Antik

Pemerintah Amerika Serikat mengembalikan tiga benda bersejarah kepada pemerintah Indonesia yang terungkap dari kasus perdagangan ilegal barang antik. Tiga barang antik itu adalah patung Seated Shiva, Seated Pavarti, dan Seated Ganesha.

Jaksa Wilayah Manhattan, New York, Amerika Serikat, Cyrus Vance, Jr menyerahkan tiga benda bersejarah itu kepada pemerintah Indonesia yang diwakili Konsul Jenderal RI, Arifi Saiman pada 21 Juli 2021. “Kejahatan warisan budaya berupa penjarahan dan penjualan ilegal artefak kuno merupakan perusakan terhadap sejarah suatu bangsa dan berdampak ke masa depan,” kata Vance.

Tiga barang antik itu disita dari seorang pria bernama Subhash Kapoor. Dia warga negara Amerika Serikat keturunan India yang bekerja di sebuah toko seni di New York. “Artefak ini bagian dari kekayaan sejarah budaya Indonesia,” kata Special Agent in Charge of Homeland Security atau HSI New York, Peter C. Fitzhugh.

Arifi Saiman mengucapkan terima kasih atas pengembalian artefak tersebut. “Atas nama Republik Indonesia, izinkan saya menyampaikan terima kasih kepada Satuan Perdagangan Barang Antik Kejaksaan Negeri Manhattan dan Keamanan Dalam Negeri atas kerja keras dalam menyelidiki kasus ini dan mengembalikan artefak ke negara asalnya,” katanya.

Subhash Kapoor diduga terlibat dalam jaringan perdagangan ilegal barang antik. Sejak 2011 hingga 2020, Kantor Jaksa Wilayah dan Homeland Security menemukan lebih dari 2.500 artefak dari bebrbagai negara seperti, Indonesia, Sri Lanka, India, Pakistan, Afghanistan, Kamboja, Thailand, Nepal, Myanmar, dan negara-negara lain yang diperdagangkan secara ilegal oleh Kapoor. Nilai total benda-benda cagar budaya itu sekitar USD 143 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Satuan Perdagangan Barang Antik Kejaksaan Negeri Manhattan telah mengembalikan 393 barang antik ke sebelas negara sejak Agustus 2020. Di antaranya 12 artefak ke Cina, 13 artefak ke Thailand, dan 33 relik ke Afghanistan. Ada pula sepasang patung Buddha ke Sri Lanka, sebuah prasasti batu kapur Mesir yang berasal dari tahun 664 SM, 45 barang antik yang dari abad ke-2 di Pakistan, hingga peti mati emas yang dicuri dari Mesir setelah Revolusi Mesir pada 2011.

Nalyka HumairahTragedi dalam kehidupan adalah saat kita terlalu cepat menjadi tua, namun terlambat untuk jadi bijaksana

Posting Komentar untuk "3 Benda Bersejarah Indonesia yang Selamat dari Perdagangan Ilegal Barang Antik"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *