Pelesir ke Luar Angkasa, Kenapa Jeff Bezos tak Otomatis Astronot?

Pelesir ke Luar Angkasa, Kenapa Jeff Bezos tak Otomatis Astronot?

Wisata ke luar angkasa menjadi tren baru setelah penerbangan oleh miliarder Richard Branson dan Jeff Bezos menggunakan pesawat atau roket milik perusahaan masing-masing. Tapi, terbang dan meluncur hingga menembus batas atmosfer Bumi paling luar seperti yang dilakukan keduanya tak otomatis membuat seseorang bisa disebut sebagai astronot.

Di Amerika Serikat, ada tiga institusi yang bisa menetapkan seseorang astronot atau bukan. Mereka adalah militer atau Pentagon, Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional NASA, dan Administrasi Penerbangan Federal FAA.

Dua yang pertama hanya menyematkan wing astronot kepada anggota atau ilmuwannya sendiri. Satu-satunya harapan bagi Branson, Bezos atau orang kaya lainnya yang mampu terbang ke luar angkasa menumpang pesawat atau roket komersil untuk bisa mendapatkan wing astronot adalah dari FAA.

Masalahnya, FAA belakangan memperketat syaratnya untuk pemberian wing astronot komersial. Berikut ini penjelasannya,

Seperti apa syarat untuk diakui sebagai astronot komersial?

FAA menetapkan pemberian wing astronot hanya kepada mereka yang memang bekerja untuk perusahaan yang melakukan peluncuran atau penerbangan yang ditumpanginya itu. Aturan ini, jelas, memupus peluang setiap turis untuk bisa disebut astronot. Untuk penumpang atau awak karyawan pun ditetapkan harus sudah melalui pelatihan menjadi astronot yang disertifikasi oleh FAA, dan mereka meluncur atau terbang hingga ketinggian lebih dari 80 kilometer. “Mereka juga harus mendemonstrasikan aktivitas selama penerbangan yang penting bagi keselamatan publik, atau berkontribusi kepada keselamatan penerbangan manusia ke antariksa,” bunyi aturan baru.

Apa yang terhitung sebagai kontribusi itu?

Apakah seorang kru telah membuat kontribusi bagi keselamatan penerbangan antariksa bergantung sepenuhnya kepada keputusan FAA. Tapi, sebagai ilustrasi, FAA sepanjang dekade lalu hanya memberikan wing astronot kepada pilot. Kecuali satu, Beth Moses, eksekutif Virgin Galactic, yang ikut terbang bersama pesawat ulang alik perusahaan, SpaceShipTwo, pada 2019. Kriteria utama yang ditetapkan FAA kelihatannya astronot haruslah berperan sebagai awak atau kru yang mengemban tugas tertentu dalam penerbangannya, tidak sekadar sebagai penumpang.

Jadi, apakah para penumpang Virgin Galactic dan Blue Origin dalam penerbangan yang baru-baru saja akan menjadi astronot?

Ini mungkin agak rumit. Virgin Galactic menugaskan Richard Branson dan tiga penumpang lain dalam penerbangan 11 Juli lalu sebagai kru penguji pesawat, tapi tidak jelas apakah mereka masuk kriteria berkontribusi kepada keselamatan penerbangan manusia ke antariksa secara umum. Sedang penilaian terhadap penerbangan Blue Origin pada 20 Juli lalu bisa lebih jelas: roket dikendalikan penuh dari darat, bukan oleh Jeff Bezos atau tiga penumpang lainnya, sehingga yang mereka lakukan sepenuhnya hanya menikmati penerbangan. Itu artinya mereka tidak akan masuk kualifikasi mendapatkan wing astronot dari FAA.

Apakah ada pengecualian-pengecualian?

FAA diizinkan memberi wing kehormatan kepada individu yang tidak memenuhi kualifikasi di atas namun dianggap memberikan kontribusi atau layanan unik bagi industri penerbangan luar angkasa komersial. Jadi, Wally Funk, yang pernah menuntaskan pelatihan astronot pada 1960-an—namun belum pernah dikirim NASA pergi ke luar angkasa—masih mungkin mendapatkan wing astronot usai diajak Jeff Bezos dalam penerbangan 20 Juli lalu.

Nalyka HumairahTragedi dalam kehidupan adalah saat kita terlalu cepat menjadi tua, namun terlambat untuk jadi bijaksana

Posting Komentar untuk "Pelesir ke Luar Angkasa, Kenapa Jeff Bezos tak Otomatis Astronot?"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *