Rambu Bagi Perempuan yang Naik Gunung Saat Haid

Rambu Bagi Perempuan yang Naik Gunung Saat Haid

Sebagian perempuan yang mendaki gunung saat haid bisa jadi menambah daftar panjang perlengkapan yang perlu dibawa. Bahkan, ada yang menganggap jangan dulu naik gunung jika sedang kedatangan tamu bulanan ini.

Sejatinya tak ada masalah mendaki gunung ketika datang bulan. Asalkan bisa menjaga kesehatan dan kebersihan diri.

Anggota Eiger Adventure Service Team, Dini Hanifah menjelaskan beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi perempuan yang ingin naik gunung saat sedang haid. “Kita harus tahu diri dan tubuh kita saat haid itu seperti apa. Sebab ada perempuan yang ketika haid mengalami kram perut, ada juga yang tidak. Boleh saja kalau tidak mengalami kram perut,” kata Dini dalam Live Instagram #CeritaCantika @cantikadotcom pada Jumat, 16 Juli 2021.

Perlu juga diketahui ketika haid, terjadi perubahan hormonal yang bagi sebagian orang mengakibatkan suasana hati berantakan, namun juga ada yang mood-nya baik-baik saja. Hal-hal seperti ini yang mesti dikenali dulu sebelum menentukan naik gunung atau tidak.

Bagi yang tetap mendaki gunung saat datang bulan, Dini mengingatkan agar menjaga kebersihan. Dia menyarankan untuk membawa air lebih, ekstra pembalut atau tampon, serta tempat penyimpanan karena dilarang membuang sampah sembarangan.

Sebab itu, Dini melanjutkan, penting bagi perempuan untuk mengetahui siklus menstruasi setiap bulannya. Apabila tidak mengetahui dengan pasti, jika terus memperhatikan maka akan ketahuan siklusnya dan mengatur kapan lebih nyaman naik gunung dan mana yang tidak.

Nalyka HumairahTragedi dalam kehidupan adalah saat kita terlalu cepat menjadi tua, namun terlambat untuk jadi bijaksana

Posting Komentar untuk "Rambu Bagi Perempuan yang Naik Gunung Saat Haid"

Silakan tinggalkan komentar. Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *